Matematika Itu Indah, Katanya

Bermatematika

Matematika itu ibarat hantu, makhluk dari dunia lain. Tetapi, hantunya cantik. Begitu kata orang yang bisa melihatnya (yakni, para matematikawan). Ya, matematika itu indah. Sayangnya tidak semua orang bisa menikmatinya.

Sebagai contoh, bila Anda diminta memilih mana yang indah di antara dua objek matematika di bawah ini, Anda pilih yang mana? Apakah

atau

fc(z) = z2 + c,

dengan c suatu konstanta kompleks. Yang pertama adalah sebuah fraktal, sedangkan yang kedua adalah sebuah fungsi kompleks.

Anda mungkin akan memilih objek pertama, ya ngga? Padahal, fraktal tersebut diperoleh dari fungsi kompleks fc(z) = z2 + c melalui iterasi 0, fc(0), fc(fc(0)), fc(fc(fc(0))), … , untuk berbagai konstanta c. Jadi, bagi orang yang mengetahui fakta ini, fungsi fc(z) merupakan objek…

View original post 132 more words

Pendidikan, Sekolah (?)

lalulupa

akhirnya di Bandung juga, 24/02/2016

Terlepas dari semua teori mengenai pendidikan, mencoba mengambil kesimpulan dengan tidak menyimpang jauh dari semua teori; pendidikan itu tidak bukan adalah mengenai proses ekskalasi.

Ada proses pengangkatan manusia ke tempat yang lebih tinggi sebagai hasil dari proses yang dijalani. Lebih tinggi kualitasnya sebagai manusia.

Bukan sebagai penguasa, bukan sebagai pengusaha, bukan sebagai pemimpin, bukan sebagai pekerja, dan bukan sebagai fungsi.

Pendekatan yang akan dilakukan di sini adalah dengan mengidentifikasi berdasarkan negasi. Seringkali kita tidak mengetahui dengan jelas mengenai sesuatu, tidak lebih jelas daripada kita mengetahui apa yang bukan dari sesuatu itu.


Saat seorang bijak menunjuk bulan purnama, semua orang-orang biasa melihat telunjuknya.

Pendidikan bukan membentuk seorang idola dan bukan menanamkan sikap pengidolaan.
Bukan meniru kelebihan dan kekurangan seorang yang dihormati dan bukan menjalani persis jalan hidup seorang yang dikagumi.
Bukan membuat sikap pemujaan dan bukan mengusahakan menjadi yang dipuja.

Seorang guru hanya mampu menunjukan kemana…

View original post 698 more words

Diversity and Curiosity

Sweter hitam (2)

lalulupa

Apalagi saat tersesat dan mengikuti rasa penasaran akan jalan yang tampaknya memanggil untuk dilewati. Itu semua menjadi perjalanan dan petualangan yang penuh pembelajaran karena ada pembicaraan basa-basi.


Ada sweter hitam, ada kerudungnya, bisa pakai kaos oblong polos tipis untuk lapisan dalam membungkus badan. Kalau kepanasan buka sweter, kalau kedinginan pakai sweter. Kalau lagi malas berkomunikasi dengan orang, tarik dan pasang kerudungnya. Tapi, sweter hitam ini luas kerudungnya hanya menaungi kepala, tidak sampai menutup dahi apalagi muka. Rambut yang gondrong pun masih menyelinap keluar sebagai tambahan penutup dahi yang masih mulus, belum ada cap dua puluh satu jahitan. Kemalasan mengalahkan segalanya, dipakai saja lah apa adanya daripada cari baru di pasar baru.

Kemalasan mengalahkan segalanya, tidak pernah merencanakan untuk sering keluar kota dan keluar pulau. Bahkan untuk memiliki keinginan melakukan perjalanan saja, terlalu malas untuk niat. Tapi, kenyataan memang tidak selalu sesuai dengan bayangan; setelah lolos dari industri pendidikan fabrikasi mahasiswa…

View original post 1,383 more words

‘On Laundry Day’ by Florence Lenaers

Soal Perspektif, Poskolonialisme, dan Repatriasi Koleksi Museum.

Journey_of_Mind

Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menemukan dirinya sendiri, berbangga hati atasnya, dan menghargai kebanggaan hati bangsa yang lainnya.

Buku The Colour Curtain akhirnya selesai kami baca bersama. ‘Luar biasa susah memang memahaminya kalau hanya dari menyimak saja, triple susah, karena berbahasa asing dan dibacakan dengan pronounciation yang terkadang juga kurang pas sehingga sulit menangkap maksudnya’, komentar Kang Heru, seniman muda sekaligus pengamat perkembangan seni kontemporer di forum bincang diskusi Rabu lalu. Menurut Kang Heru, menarik untuk mengkaji tentang bagaimana Bahasa Inggris disepakati sebagai bahasa internasional, seperti ketika bahasa ini disepakati sebagai bahasa utama di antara koloni-koloni di Amerika yang akan merdeka atau di antara negara-negara yang bersatu dalam konferensi KAA, di mana keduanya justru hendak mengonter supremasi dan dominasi Inggris. Menarik mengkaji bahwa sebuah alat budaya dari mantan pusat koloni malah tetap dominan di negara-negara bekas koloninya sendiri.

Dari penjelasan itulah, diskusi berlanjut pada wacana tentang poskolonialisme. Di…

View original post 878 more words

Forum Bincang Orang Tua: Sebuah Catatan Tentang Tahap Perkembangan 7 Tahunan

ratnagalihpuspita

Tidak mudah membesarkan seorang anak, tentu semua orang akan sepakat. Tetapi bukankah selalu ada cara untuk mempermudahnya dan menyadari setiap jengkal prosesnya menjadi lebih bermakna? Ya, dan saya mengalaminya hari ini. Saat sebuah ruangan hampir penuh terisi oleh ibu-ibu muda yang mencari “sekolah” untuk dirinya. Mereka berbagi, saling bercerita tentang suka duka membesarkan anak dengan segala tantangan perubahan zaman sambil tetap berusaha menjaga keutuhan pertumbuhannya.

Kami membicarakan sebuah konsep, yang menjelaskan bahwa manusia akan melewati 3 tahap perkembangan sebelum akhirnya benar-benar menjadi manusia utuh, yang disebut sebagai konsep tahap perkembangan 7 tahunan. Tahap 7 tahun pertama meliputi anak berusia 0-7 tahun, tahap ke dua 7-14 tahun, dan tahap ke tiga berusia 14-21 tahu. Lalu, apa perbedaan masing-masing tahap perkembangan tersebut? Tentu bukan hanya pada perubahan fisik anak yang membedakan antara anak berusia 7 dan 14 tahun, ada karakter yang melekat pada diri setiap anak, peran yang harus dijalankan orang tua…

View original post 1,166 more words

Piquing Curiosity: The Blog of National Geographic Education

The National Geographic Education blog is a resource for educators, offering ways to incorporate ideas into the classroom.

Source: Piquing Curiosity: The Blog of National Geographic Education

#06 Berbagi Mimpi

jeanindya

Naura tertunduk. Ia masih melipat mukanya. Tak segurat senyum pun ia berikan pada kami. Ayah yang sejak tadi berupaya membujuk seperti hilang akal. Ia memilih diam sejenak, membiarkan putri kecilnya itu merajuk. Sementara Bunda sudah memilih diam sejak tadi. Di saat seperti ini, Naura selalu lebih mendengarkan penjelasan Ayah ketimbang Bunda.

“Kenapa lama sekali?” akhirnya Naura bersuara, tapi masih tetap menunduk.

“Karena petualangan Ayah kali ini cukup jauh, menjelajah hutan Kalimantan yang lebat. Ada banyak pohon dan binatang yang harus Ayah temui dan sapa,” Ayah berusaha menjelaskan sesederhana mungkin.

Tapi itu tak menggoyahkan Naura. Gadis kecil itu keberatan Ayahnya pergi selama 20 hari. Semua iming-iming, cerita hebat, telah dicoba agar Naura mau ‘mengijinkan’ Ayahnya pergi. Sebenarnya, dengan atau tanpa ijin dari Naura, Ayah akan tetap pergi bertugas. Tapi belajar dari pengalaman sebelumnya, saat Naura menggerutu dan mengantar kepergian Ayah dengan tangisan, selama Ayah pergi berhari-hari, selama itu pula Naura tak…

View original post 602 more words

Pelukan Rahasia

cerita lyn

Merasa sangat beruntung mendapat kesempatan hadir mendamping jalannya forum bincang orangtua di sekolah di pemungkas minggu lalu. Kali pertama kita berkumpul di awal tahun pendidikan ini dengan topik “1001 Ungkapan Sayang”. Topik yang ringan dan lucu-lucu menggemaskan untuk sebagian kita, dan menjadi topik besar dan menjadi pergulatan bagi sebagian kita yang lain. Untuk saya dua jam itu menjadi momen spesial karena memberi kesempatan bersyukur yang indah.

Forum dibuka dengan pancingan paradoks terkait sayang yang di penerapan kesehariannya bercabang dan berujung di dua situasi, yaitu sayang yang sebenarnya tak sayang dan seolah tak sayang padahal sayang. Nah dibuka pancingan itu, mengalir lah curhatan para orangtua muda ini berbagi cerita seputar kekhawatiran akan kecukupan ungkapan sayangnya dan juga penceritaan situasi dilematis berciri konflik bathin yang mengoyak hati terkait proses menjalaninya. Banyak cerita saling dibagikan. Sesuatu banget mengikuti paparan dan sahut-sahutan para orangtua muda ini karena membawa pada kesadaran bahwa saya pernah ada di tahapan proses dan situasi mereka belasan tahun silam. Ruang dimana kebingungan, kekhawatiran, gemas dan…

View original post 1,395 more words

« Older entries